Langsung ke konten utama

Postingan

Chapter 7: Mengapa ChatGPT Mengubah Dunia? Padahal AI Sudah Ada Puluhan Tahun

Chat GPT Bukan AI Pertama. Tetapi, mengapa Dunia Baru Ramai Membicarakan AI Setelah Kemunculannya? “ Sering kali sebuah penemuan bukan menjadi terkenal karena menjadi yang pertama, melainkan karena menjadi yang pertama bisa digunakan oleh semua orang. ” Jika Anda mengikuti perjalanan AI dari artikel pertama hingga sekarang, mungkin muncul satu pertanyaan yang sangat menarik. Bukankah AI sudah ada sejak tahun 1956? Bukankah Deep Learning sudah berkembang sejak puluhan tahun lalu? Bukankah komputer sudah bisa bermain catur, mengenali wajah, bahkan menerjemahkan bahasa sebelum ChatGPT lahir? Jika memang begitu, Mengapa dunia baru benar-benar “heboh” setelah ChatGPT muncul? . Pertanyaan ini sangat penting. Karena banyak orang mengira ChatGPT adalah awal dari AI. Padahal kenyataannya justru sebaliknya. ChatGPT bukan awal dari AI . Ia adalah puncak dari perjalanan panjang yang telah dibangun selama lebih dari setengah abad. Lalu apa yang membuatnya begitu berbeda? Mari kita mulai dari sesuat...

Chapter 6: Mengapa AI Tiba-Tiba Menjadi Pintar?

Bukan Karena AI Mendadak Lebih Cerdas, Melainkan Karena Dunia Akhirnya Siap Membesarkannya “Banyak orang mengira AI berkembang sangat cepat hanya dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, AI tidak berubah dalam semalam. Dunia kitalah yang berubah begitu cepat, hingga akhirnya AI memiliki semua yang dibutuhkannya untuk bertumbuh.” Jika Anda baru mengenal AI beberapa tahun terakhir, mungkin Anda memiliki kesan seperti ini. Tahun 2020 AI masih terasa biasa saja. Lalu tiba-tiba pada tahun 2022, ChatGPT muncul. Tidak berapa lama kemudian AI mulai membuat gambar. Dilanjut membuat video, lalu bisa berbicara. Ada pula AI yang bisa menulis program, membantu dokter, membantu guru, bahkan AI mampu membantu ilmuwan menemukan struktur protein dan mempercepat penelitian di berbagai bidang. Rasanya seperti AI menjadi pintar hanya dalam semalam. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. AI tidak “bangun tidur” lalu mendadak menjadi jenius. Seperti halnya seorang anak yang tidak tiba-tiba menjadi profesor ...

Chapter 5: 3 Orang yang Menolak Menyerah, dan Akhirnya Mengubah Dunia

Ketika Tiga Ilmuwan Tetap Percaya pada Sebuah Ide yang Dianggap Gagal oleh Hampir Seluruh Dunia “ Kemajuan terbesar sering kali tidak lahir dari orang yang paling banyak didengar, melainkan dari mereka yang tetap bekerja ketika semua orang berhenti percaya. ” Pada artikel sebelumnya, kita sudah melihat bagaimana Artificial Intelligence mengalami masa yang sangat kelam. Pendanaan di potong, laboratorium ditutup, media berhenti memberitakan AI. Bahkan istilah Artificial Intelligence sempat menjadi sesuatu yang “dihindari” oleh sebagian peneliti karena dianggap terlalu ambisius dan sulit mendapatkan dukungan. Jika Anda adalah seorang mahasiswa pada akhir 1970-an dan mengatakan ingin meneliti tentang AI, kemungkinan besar dosen Anda akan berkata, “ Carilah bidang lain yang masa depannya lebih jelas. ” Pada saat itu memang banyak ilmuwan yang menyerah. Tapi tidak semuanya. Di berbagai laboratorium, masih ada sekelompok kecil peneliti yang tetap bekerja dalam diam. Mereka tidak berusaha memb...